Senin, 06 Mei 2013

SEJARAH KEPRAMUKAAN DI INDONESIA

Sejarah-Kepramukaan-Indonesia




v Kepanduan masuk ke Indonesia pertama – tama dibawa oleh orang Belanda. Organisasinya bernama Netherland Indische Padvinder Vereniging ( NIPV ) yang artinya adalah Persatuan Pandu – pandu Hindia Belanda. Karena sifatnya universal maka organisasi kepanduan tersebut dapat dengan cepat diterima oleh bangsa kita. Hal itu membuat pemerintah colonial Belanda menjadi cukup khawatir dan melarang bangsa kita mengikuti kegiatan NIPV.

v Maka berdirilah organisasi – organisasi kepanduan yang bercirikan nasionalisme dan oraganisasi kepanduan nasional yang pertama didirikan adalah tahun 1916, Javaanse Padvinders Organisatie (JPO) atas prakarsa Sultan Pangeran Mangkunegara VII di Surakarta.


v Tonggak kebangkitan bangsa Indonesia adalah berdirinya organisasi Boedi Oetomo 30 Mei 1908. Lalu Peristiwa Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, yang menjiwai Gerakan Kepanduan Nasional kita semakin bergerak maju yang merupakan semangat nasionalisme.

v Kemudian pemerintah colonial Belanda melarang pemakaian istilah Padvinder bagi organisasi kepanduan bangsa kita. Istilah Pandudan Kepanduan dikemukakan pertama kali dalam Kongres SIAP tahun 1928 oleh KH. Agus Salim di Kota Barjanegara, Banyumas, Jawa Tengah.


v Peristiwa bersejarah terjadi, saat Boden Powell dan Laly berkunjung ke Indonesia  ( dulu Hindia – Belanda ), tanggal 3 Desember 1934. BP singgah di Jakarta setelah meninjau Jambore di Australia. Walaupun para pandu nasionalis tidak dapat bertemu dengan bapak pandu dunia.

v Pandu Indonesia pertama kali mengikuti Jambore Internasional di Volegenzang, Belanda di tahun 1937 ( Pandu Hindia Belanda ). Ini merupakan Jambore Dunia yang ke -5.

v Kemudian setelah PROKLAMASI KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA tanggal 17 Agustus 1945, berdiri kembali organisasi – organisasi kepanduan hingga mencapai jumlah lebih dari 100 organisasi, yang tergabung ke dalam 3 federasi, yaitu:
1.      IPINDO( Ikatan Pandu  INDOnesia ) didirikan tahun 13 September 1951
2.      POPPINDO ( Persatuan Organisasi Pandu INDOnesia ) didirikan      tahun 1954
3.      PKPI ( Perserikatan Kepanduan Puteri Indonesia )
v Kemudian terjadi peristiwa penting lainnya adalah Jambore Nasional Pertama pada masa Pandu ( sebelum jadi PRAMUKA ), yaitu diselenggarakan oleh IPINDO bertempat Pasar Minggu, Jakarta pada tahun 1995.

v Ketiga federasi tersebut bergabung menjadi satu dalam PERKINDO                     ( PERsatuan Kepanduan INDOnesia ) sekitar 60 organisasi dengan 500.000 anggota pandu.

v Akhirnya, disadari bahwa banyaknya organisasi kurang baik untuk persatuan bangsa, maka Pemerintah mengeluarkan KEPRESNO. 238/61. Tentang Gerakan Pramuka yang ditandatangani oleh Ir. H. Juanda Perdana Menteri Republik Indonesia saat itu, karena saat bersamaan Bapak Presiden Soekarno Hatta sedang mengadakan kunjungan kenegaraan ke Jepang.

v JAMBORE NASIONAL ( JAMNAS ) adalah pertemuan penggalang yang diselenggarakan setiapa lima tahun sekali.


JAMBORE NASIONAL INDONESIA

NO
JAMBORE
TAHUN
TEMPAT
1
2
3
4
5
6
7
8
9
I
II
III
IV
V
VI
VII
VII
IX
1973
1977
1981
1986
1991
1996
2001
2006
2011
Situ Baru, DKI Jakarta
Sibolangit, Sumatera Utara
Cibubur, DKI Jakarta
Cibubur, DKI Jakarta
Cibubur, DKI Jakarta
Cibubur, DKI Jakarta
Baturaden, Banyumas, Jateng
Jatinangor, Sumedang, Jabar
Papua
*Tahun 1981 JAMNAS Pramuka Indonesia diselenggarakan bersamaan dengan Jambore Asia Pasifik

Sabtu, 04 Mei 2013



BAB I
PENDAHULUAN

A.   PENGERTIAN SISTEM REPROUKSI WANITA

Sistem reproduksi wanita adalah sebuah jaringan yang  memproses untuk menghasilkan  individu baru dari organisme sebelumnya yang dilakukan oleh wanita. Sistem reproduksi wanita terdiri dari beberapa organ – organ yang membantu melancarkan bekerjanya seluruh elemen – elemen. Maka dari itu kita perlu mengetahui tentang sistem reproduksi wanita.


B.   LATAR BELAKANG

Bermula dari survey LSI ( Lembaga Survei Indonesia ) dan LDWI ( Lembaga Diskusi Wanita Indonesia ) 90 % wanita Indonesia yang melakukan seks bebas karena mereka tidak mengetahui betapa bahayanya perilaku mereka terhadap kelangsungan sistem reprodukasi wanita. Jumlah itu sungguh mencengangkan. Ditengah Menteri Kesehatan mengadakan program “AYO HIDUP TANPA SEKS BEBAS”. Sistem reproduksi wanita sangatlah berpengaruh terhadap alur terjadi individu baru dan organ – organ apa saja yang terlibat dalam prosesnya Maka dari itu betapa perlunya kita mengetahui tentang sistem reproduksi wanita tanpa mengenal gender yang bertujuan untuk pendidikan tanpa mengindahkan hal yang negatif.













BAB II
ISI

1st.                     ORGAN-ORGAN REPRODUKSI
Dalam proses sistem reproduksi wanita tentu ada organ – organ yang menjadi tumpuan agar proses tersebut terjadi. Organ reproduksi wanita terdapat dua bagian, yaitu ;
a)     Organ Reproduksi Luar
Terdiri dari               :  Ovarium dan Saluran Reproduksi (saluran kelamin).
Ovarium                   : Berfungsi menghasilkan ovum (sel telur) serta hormon estrogen dan progesterone.
Saluran Reproduksi  :  Terdiri dari oviduk, uterus dan vagina.
¾    Oviduk         : Berfungsi menyalurkan ovum dari ovarium menuju uterus.
¾    Uterus           : Berfungsi sebagai tempat perkembangan zigot apabila terjadi                                                                  fertilisasi.
¾    Vagina          : Berfungsi menghasilkan lender jika terjadi rangsangan.

b)     Organ Reproduksi Dalam
Terdiri dari               : Vulva
Vulva                       : Terdiri dari abium mayor (bibir besar) dan labium minor (bibir   kecil).
Berfungsi dari vulva sebagai penghasil lemak dan akan banyak ditumbuhi rambut halus jika pubertas berlangsung.
 Klitoris (kelentit)     : Yaitu struktur yang homolog dengan penis.
 
 Lubang saluran        : Merupakan saluran terluar uretra.
 saluran
 Lubang vagina        : Merupakan ujung terluar vagina.
 Fundus                    : Yaitu bagian lipat paha.
Setelah kita mengetahui organ – organ serta fungsinya pada sistem reproduksi wanita. Sekarang kita akan mempelajari apa saja yang terjadi pada sistem reproduksi wanita.



2nd.                 SISTEM REPRODUKSI WANITA

A.   MENSTRUASI
Menstruasi atau haid adalah pengeluaran secara periodeik darah dan sel-sel tubuh dari vagina yang berasal dari dinding rahim wanita. Menstruasi dimulai saat pubertas dan menandai kemampuan seorang wanita untuk mengandung anak. Biasanya menstruasi dimulai antara umur 10 dan 16 tahun, tergantung pada berbagai faktor.  Kesehatan wanita, dan berat tubuh relatif terhadap tinggi tubuh merupakan faktor dari kesehatan. Menstruasi berlangsung kira-kita sekali sebulan sampai wanita mencapai 45 – 50 tahun. Sekali lagi tergantung pada kesehatan dan pengaruh – pengaruh lainnya. Akhir pengaruh kemampuan wanita bermenstruasi disebut menopause. Ini merupakan sebagai tanda akhir dari masa-masa kehamilan seorang wanita. Siklus menstruasi adalah tiap 28 hari. Panjang siklus pada wanita bervariasi pada satu wanita. Selama saat-saat yang berdeda dalam hidunya dan bahkan dari bulan kebulan tergantung berbagai hal. Emosi, kesehatan fisik dan nutrisi wanita yang bersangkutan yang menjadi ketergantungan terjadi menstruasi. Kita wanita mengalami menstruasi, ada 4 fase yang dilaluinya, yaitu :
a)       FASE MENSTRUASI
Fase menstruasi terjadi bila ovum tidak dibuahi oleh sperma, sehingga korpus luteum akan menghentikan produksi hormon estrogen dan progesteron. Turunnya kadar estrogen dan progesteron menyebabkan lepasnya ovum dari dinding uterus yang menebal (endometrium). Lepasnya ovum tersebut menyebabkan endometrium sobek atau meluruh, sehingga dindingnya menjadi tipis. Peluruhan pada endometrium yang mengandung pembuluh darah menyebabkan terjadinya pendarahan pada fase menstruasi. Pendarahan ini biasanya berlangsung selama lima hari. Volume darah yang dikeluarkan rata-rata sekitar 50 mL.
bFASE PRA EVOLUSI                                                                                               
Pada fase pra-ovulasi atau akhir siklus menstruasi, hipotalamus mengeluarkan hormon gonadotropin. Gonadotropin merangsang hipofisis untuk mengeluarkan FSH. Adanya FSH merangsang pembentukan folikel primer di dalam ovarium yang mengelilingi satu oosit primer. Folikel primer dan oosit primer akan tumbuh sampai hari ke-14 hingga folikel menjadi matang atau disebut folikel de Graaf dengan ovum di dalamnya. Selama pertumbuhannya, folikel juga melepaskan hormon estrogen. Adanya estrogen menyebabkan pembentukan kembali (proliferasi) sel-sel penyusun dinding dalam uterus dan endometrium. Peningkatan konsentrasi estrogen selama pertumbuhan folikel juga mempengaruhi serviks untuk mengeluarkan lendir yang bersifta basa. Lendir yang bersifat basa berguna untuk menetralkan sifat asam pada serviks agar lebih mendukung lingkungan hidup sperma.

c)       FASE EVOLUSI
Pada saat mendekati fase ovulasi atau mendekati hari ke-14 terjadi perubahan produksi hormon. Peningkatan kadar estrogen selama fase pra-ovulasi menyebabkan reaksi umpan balik negatif atau penghambatan terhadap pelepasan FSH lebih lanjut dari hipofisis. Penurunan konsentrasi FSH menyebabkan hipofisis melepaskan LH. LH merangsang pelepasan oosit sekunder dari folikel de Graaf. Pada saat inilah disebut ovulasi, yaitu saat terjadi pelepasan oosit sekunder dari folikel de Graaf dan siap dibuahi oleh sperma. Umunya ovulasi terjadi pada hari ke-14.

d)       FASE  PASCA EVOLUSI
Pada fase pasca-ovulasi, folikel de Graaf yang ditinggalkan oleh oosit sekunder karena pengaruh LH dan FSH akan berkerut dan berubah menjadi korpus luteum. Korpus luteum tetap memproduksi estrogen (namun tidak sebanyak folikel de Graaf memproduksi estrogen) dan hormon lainnya, yaitu progesteron. Progesteron mendukung kerja estrogen dengan menebalkan dinding dalam uterus atau endometrium dan menumbuhkan pembuluh-pembuluh darah pada endometrium. Progesteron juga merangsang sekresi lendir pada vagina dan pertumbuhan kelenjar susu pada payudara. Keseluruhan fungsi progesteron (juga estrogen) tersebut berguna untuk menyiapkan penanaman (implantasi) zigot pada uterus bila terjadi pembuahan atau kehamilan.Proses pasca-ovulasi ini berlangsung dari hari ke-15 sampai hari ke-28. Namun, bila sekitar hari ke-26 tidak terjadi pembuahan, korpus luteum akan berubah menjadi korpus albikan. Korpus albikan memiliki kemampuan produksi estrogen dan progesteron yang rendah, sehingga konsentrasi estrogen dan progesteron akan menurun. Pada kondisi ini, hipofisis menjadi aktif untuk melepaskan FSH dan selanjutnya LH, sehingga fase pasca-ovulasi akan tersambung kembali dengan fase menstruasi berikutnya.
Ketika wanita mengalami masa-masa haid maka akan timbul beberapa perubahan fisik dan psikis, dan mental. Perubahan fisik yang terjadi antara lain, yaitu :

a)        Sakit punggung.
b)        Perut kembung.
c)        Payudara terasa penuh dan nyeri.
d)       Perubahan nafsu makan.
e)        Sembelit.
f)         Pusing.
g)        Ingin pingsan.
h)        Sakit kepala.
i)          Daerah panggul terasa berat atau tertekan.
j)          Hot Hasses ( kulit wajah, leher, dada tampak merah dan teraba hangat )
k)        Susah tidur.
l)          Tidak bertenaga.
m)      Mual dan muntah.
n)        Kelelahan yang luar biasa.
o)        Kelainan kulit ( misalnya jerawat dan neurodermatitis .

p)        Pembengkakan jaringan atau nyeri persendian.

q)        Penambahan berat badan.


Adapun perubahan psikis dan mental antara lain,  yaitu :

a)        Mudah marah.
b)        Mudah tersinggung.
c)        Cemas.
d)       Gelisah.
e)        Sebentas sedih atau gembira.
f)         Kalut.
g)        Sulit berkonsentrasi.
h)        Pelupa.


  
Ketika wanita sedang mengalami haid atau menstruasi harap berhati-hati. Karena  bisa mengalami nyeri. Nyeri menstruasi bisa primer. Jika sudah ada keluhan sejak pertama kali menstruasi ( menarche ). Bisanya tak ada hubungannya dengan kandungan. Sifatnya nyeri kejang-kejang dan berjangkit. Bahkan, tersa di perut bawah sampai menjalar ke pinggang dan paha. Mungkin hal ini disertai mual dan muntah. Sakit kepala pun dapat ikut menyerang. Jikalau hebat, bisa sampai kolik melilit.
Nyeri menstruasi luar bisa disebut dismenorrhoe sekunder biasanya berhubungan dengan adanya penyakit kandungan. Mungking ada peradangan saluran terlur (slaphingitis), tumor rahim, menyempitnya leher rahim, atau oleh adanya endomertiosis. Semua kelainan ini sebaiknya dikoreksi. Mungkin belum tentu mengganggu kesuburan dan masih mungkin untu hamil. Namun, bisa pula mengganggu kehamilan yang sudah terbentuk.
Jikalau pemeriksaan pemindaian organ reproduksi tidak ditemukan adanya kelainan, kemungkinan hanya gangguan fungsional belaka. Artinya organ reproduksinya norma, tapi fungsi yang terganggu.

B.     KEHAMILAN
Kehamilan akan terjadi apabila sel telur yang dikeluarkan sebualn sekali oleh wanita yang masih dalam usia subuh dibuahi oleh sperma yang dikelurkan laki-laki. Secara normal, pertemuuan antara sperma dan sel telur ini melalui hubungan seksual antar lak-laki dan wanita. Pembuahan terjadi di dalam rahim ketika wanita sedang berada pada masa subur.
Masa subur adalah waktu di mana sel telur yang telah matang potensial untuk dibuahi oleh sperma. Pada seorang wanita usia subur. Setiap bulannya secara teratur akan terjadi pematangan satu atau lebih sel telur. Cara menghitung masa subur misalnya seseorang dengan siklus normal yaitu 28 hari. Maka, ovulasi diperkirakan akan terjadi pada 14 hari sebelum menstruasi berikutnya. Untuk melihat rata-rata siklus menstruasi dicatat selama 3 bulan berturut-turut. Tetapi bila siklus menstruasinya tidaak teratur 28 hari maka perlu ada penghitungan khusus.
Sebaiknya kehamilan pertama pada seorang wanita itu terjadi pada usaia antara 20-30 tahun. Karena pada usia ini seorng wanita telah siap baik fisik maupun mental. Akan tetapi karena saat ini pelayanan kesehatan semakin membaik dan wanita hamil bisa secara rutin memeriksakan kehamilannya. Maka, banyak juga wanita yang hamil diatas usia 30 tahu. Bahkan,  sampai 40 tahun. Tentu kehamilan akan melwati proses-proses yang perlu diketahui.
Proses ini diawali dengan proses pembuahan (konsepsi) di mana sel telur yang matang setelah ovulasi berada di tuba falopii dibuahi oleh sperma,  yang kemudian disebut zigot. Lau terjadilah pembelahan zigot menjadi 2,4,8 dan seterusnya. Sehingga ukurannya semakin besar. Sambil berjalan dari tuba ke rongga rahim. Memakan waktu sekitar 6 hari. Di rongga rahim maka calon janin ini akan menempel pada dinding rahim (proses nidasi). Setelah terjadi proses nidasi barulah dapat dikatakan terjadi kehamilan. Dalam proses tersebut di ovarium juga terjadi perubahan-perubahan hormonnya. Salah satu hormone yang meningkat adalah HCG, yang dikeluakan di bagian air kemi dan dideteksi sebagai tes kehamilan yang umum digunakan saat ini.
Ketika wanita sedang mengalami hamil ada baiknya untuk memeriksa ke bidan atau dokter dilakukan sebanyak 4 kali selama masa kehamilan. Hal ini berfungsi untuk mendeteksi adanya kelainan baik ibu maupun jani. Hala-hal yang perlu dideteksi ketika setiap pemeriksaan antara lain, yaitu :

a)         Tekanan darah.
b)        Kadar haemoglobin.
c)         Tungkai bengkak.
d)        Pembesaran rahim.









e)         Perkembangan janin
f)         Posisi detak jantung janin
g)        Adanya pendarahan atau tidak
h)        Pembengkakan tungkai yang berlebihan atau tidak.


Pola makan perhatian baik jumlah maupun komposisi, istirahat cukup, aktivitas fisik tidak perlu dibatasi ketat dan disesuaikan dengan kondisi ibu. Kebersihan sangat perlu dijaga untuk mencegah infeksi misalnya gigi, perawatan payudara untuk persipan menyusui terutama putting susu diupayakan keluar dengan pemijatan setiap kali mandi. Buang air kecil yang sering akan dialami pada trisemester pertama dan ketirga akibat penekanan rahim ke kandungan kencing. Buang air besar diupayakan selalu lancer dengan minum banyak, makan cukup dan olah raga teratur.

Ketika wanita hamil, harus benar ekstra hati-hati dan waspada. Berikut ini hal-hal yang harus diwaspadai apabila terjadi :
                        I.              KETUBAN PECAH SEBELUM WAKTUNYA
Ketuban Pecah Sebelum Waktunya (KPSW) adalah pecahnya selaput berisi cairan ketuban yang terjadi 1 jam atau lebih sebelum kontraksi. Dulu jika terjadi KPSW selalu dilakukan tindakan untuk segeera melahirkan bayi guan mencgah infeksi yang bisa terjadi pada bayi maupun ibunya.  Tetapi pendekatan ini sudah tdak perlu dilakkukan lagi karena resiko terjadinya innfeksi bisa dikurangi dengan mengurangi frekuensi pemeriksaan, dalam 1 kali pemerikasaan dengan bantuan speculum bisa membantu dokter dalam memastikan pecahnya salput ketuban serta memperkirakan pembukaan serviks (leher rahim) dan dapat mengambil contoh cairan dari vagina. Jika hasil analisa cairan ketubah menunjukan bahwa paru-paru bayi sudah cukup matang, maka dilakkan induksi persainan (tindakan untuk meulai proses persalinan) dan bayi dilahirkan. Jika paru-paru bayi belum matang, persalinan ditunda sampai paru-paru bayi matang.
Pada 50% kasus, persalinan bisa ditunda hanya dengan melakukan tirah baringan mendapatkan cairan infuse. Beberapa kasus lainnya memerlukan obat yang bisa mencegah kontraksi rahim, misalnya magnesium sulfat yang diberikan melalui infuse suntikan atau tablet terbutalin dan kadang diberikan ritodrin melalui infus. Wanita dirawat di rumah sakit dan menjalani tirah baring,, tetapi masih diperbolehkan ke kamar mandi. Suhu tubuh dan denyut nadinya diukur 2 kali/hari. Peningkatan suhu tubuh bisa merupakan pertanda terjadinya infeks.

                     II.              PERSALINAN PREMATUR
Persalinan premature adalah persalinan yang terjadi sebelum usia kehamilan mencapai 37 minggu. Biasanya pesalinan terjadi pada saat usia kehamilan mencapai 37-42 minggu. Persalinan premature bisa merupakan suatu proses normal yang dimulai terlalu dini atau dipicu oleh keadaan tertentu, sperti infeksi rahim atau infeksi cairan ketuban. Sebagaian besar kasus persalinan premature penyebabnya tidak diketahui secar pasti. Faktor tesiko terjadinya persalinan premature :
a)      Pernah mengalami persalinan prematur pada kehamilan terdahulu.
b)      Kehamilan ganda (kembar 2 atau 3 )
c)      Pernah mengalami aborsi.
d)     Memiliki serviks yang abnormal.
e)      Memiliki rahim yang anormal.
f)       Menjalani pembedahan perut pada saat hamil.
g)      Menderita infeksi berat pada saat hamil.
h)      Pernah mengalami perdarahan pada trisemester kedua atau ketiga.
i)        Berat dadan kurang dari 50 kg.
j)        Pernah memakai DES (distilstilbestrol)
k)      Merokok segaret atau memakai kokain.
l)        Tidak memerikasa kehamilan.

                  III.              KEHAMILAN POST-MATRUX & POSTMATURITAS
Kehamilan post-matur adalah persalinan yang berlangsung sampai lebih dari 42 minggu. Postmaturitas adalah suatu sindroma di mana plasenta mulai berhenti berfungsi secara normal pada kehamilan post-matur dan hal ini membahayakan janin. Menentukan apakah kehamilan telah lewat dari 42 minggu. Tidak selalu mudah, karena saat terjadinya pembuahan tidak selalu dapat ditentukan secara pasti.kadang saat pembuahan tidak dapat ditentukan karena siklus menstruasi yang tidak teratur.
Pada awal kehamilan bisa dilalukan pemeriksaan USG untuk membantumenetukan usia kehamilan. Pemeriksaan USG berikutnya dilakukan sebelum usia kehamilan mencapai 32 minggu (antara 18-22 minggu) untuk mengukur diameter kepala janin. Hal ini bisa membantu memastikan usia kehamilan.
Jika kehamilan berlangsung sampai lebih dari 42 minggu dari hari pertama menstruasi terahkhir, dilakukan pemerikasaan untuk mengetahui tanda-tanda postmaturritas pada ibu dan janin yaitu penciutan rahim dan berkurangnya gerakan janin pemeriksaan bisa dimulai pada usia kehamilan 41 minggu. Untuk menilai gerakan dan denyut jantung janin serta jumlah cairan ketuban ( yang menurun secara drastirs pada kehamilan post-matur ). Untuk memperkuat diagnosis postmaturitas, bisa dilakukan amniosentesis ( pengambilan dan analisa cairan ketuban )
Salah satu tanda dari postmaturitas adalah air ketuban yang berwarna kehijauan yang berasaln dari mekonium (tinja fetus yang pertama). Hal ini menunjukkan keadaa gawat janin. Selama hasil pemeriksaan tidak menunjjukan tanda-tanda postmaturitas, maka kehamilan post-matur  masih mungkin dilanjutkan. Tetapi jika hasil pemeriksaan menunjukkan adanya tanda-tanda ostmaturitas, maka segera dilakukan induksi persalian dan bayi dilahirkan. Jika serviks belum dapat dilalui jani, maka dilakukan operasi sesar.

             IV.                   TIDAK ADANYA KEMAJUAN DALAM PERSALINAN
Setiap jam seharusnya srerviks membuka minimal selebar 1 cm dan kepala janin seharusnya turun ke dalam rongga panggul minimal sebanyak 1 cm. jika hal tersebut tidak terjadi, mungkin janin terlalu besar untuk melewati jalan lahir dan perlu dilakukan persalianan dengan bantuan forceps atau operasi sesar.
Jika jalan lahir cukup lebar tetapi persalinan tidak maju, maka diberikan oksitosin melalui infuse untuk merangsung kontraksi rahim yang lebih kuat. Jika setelah pemberian oksitorsin persalinan tidak juga maju. Maka dilakukan operasi sesar.




                V.                    KELAINAN POSISI JANIN
Yang dimaksud dengan posisi janin di dalam rahim adalah arah yang dihadapi oleh janin, sedangkan letak janin adalah bagian tubuh janin yang terendah kombinasi yang paling sering ditemukan dan paling aman adalah menghadapa ke punggun ibu dengan letak kepada, diama leher tertekuk ke dapan dagu menempel di dada dan kedua lengan melipat di dada. Jika janin tdak berada dalam posisi atau letak tersebut, maka persalinan bisa menjadi sulit dan mungkin persalinan tidak dapat dilakukan melalui vagina.

             VI.               KEHAMILAN KEMBAR
Kehamilan kembar bisa diketahui pada pemeriksaan USG atau dengan pemantau elektronik (dimana akan terdengan 2 denyut jantung berbeda. Kembar menyebabkan rahim sangat teregang dan rahim yang sangat teregang cenderung untuk mulai mngalami kontraksi sebelum kehamilan mencapai usia yang matang. Akibatnya bayi kembar seering dilahirkan secara premature dan kecil.
Posisi dan letak janin di dalam rahim bisa berlainan, sehingga persalinan bisa menjadi sulit. Kontraksi rahim setelah lahirnya bayi pertama cenderung menyebabkan terlepasnya plasenta dari bari cenderung menyebabkan terlepasnya plasenta dari bayi kedua. Akibatnya, bayi kedua cenderung mengalami masalah selama persalian dan memiliki mengalami kelainan dan kematian yang lebih tinggi. Kadang setelah persalianan, rahim yang terlalu tergang tidak dapat berkontraksi dengan baik sehingga ibu bisa mengalami perdarahan.

               VII.          DISTOSI BAHU
Distosia bahu adalah suatu komplikasi yang jarang terjadi, dimana pada letak kepala, salah satu bahu bayi tersangkut pada tulang kemaluan dan tertahan di dalam jalan lahir. Segera dilakukan berbagai tindakan untuk membebaskan bahu sehingga bayi bisa dilahirkan melalui vagina. Jika tindakan tersebut gagal, kdang bayi dapat didorong kembali ke dalam vagian dan dilahirkan melalui operasi sesar.

       VIII.               PROLAPSUS KORDA UMBILIKALIS
Prolapsus korda umbilikalis adalah keadaan dimana korda umnilikal (tali pusah) mendahului bayi, yaitu keluar dari jalan lahir. Pada keadaan ini, jika bayi mulai memasuki jalan lahir, tali pusar akan tertekan sehingga aliran darah ke bayi terhenti. Prolapsus korda umbilikalis bisa terjadi secara nyata atau tersembunyi.
Pada prolapsus yang nyata, slaput ketuban telah pecah dan tali pusar menonjol ke dalam vagina sebelum bayi turun ke Prolapsus yang nyata biasanya terjadi jika bayi berada dalam letak bokong (tetapi bisa juga terjadi pada letak kepala), terutama jika selaput telah pecah sevelum waktunya atau  jika janin belum turun ke panggul ibu. Untuk mencegah terjadinya cedera pada janin akibat terhentinya aliran darah ke janin, maka segera dilakukan persalinan. Bisa melalui operasi sesar.
Pada prolapsus tersembunyi, slaput ketuban tetap utuh dan tali pusar berada di depan jani atau terperangkan di depan bahu manin. Biasanya keadaaan ini diketahui melalui denyut jantung janin yang abnormal. Prolapsus tersembunyi bisa diatas dengan cara merubah posisi ibu atau mengangkat kepala janin. Untuk menghilangkan tekanan pada tali pusar. Kadang perlu dilakuakn operasi sesar.

             IX.               PENDARAHAN JANIN
Pendarahan hebat dari rahim setelah persalinan merupakan masalh yang serius. Biasanya selama persalian ibu kehilangan darah sebanyak 0,5 liter. Ketika plasenta lepasa dari rahim, pembuluh darah rahim terbuka. Kontraksi rahim membantu menutupnya pembuluh darah ini sampai mereka mengalami pemulihan lengkap.
Jika setelah proses persallinan rahim tidak berkontraksi atau jika sejumlah kecil plasenta tertinggal  di dalam rahim sehingga rahim tiddak dapat berkontraksi, maka darah yang hilang akan lebih banyak. Robekan pada vagina atau serviks juga bisa menyebabkan pendarahan hebat.

C.    MENOPAUSE
Menopause adalah berhintinya secara fisiologis siklus mentruasi yang berkaitan dengan tingkat lanjut usia perempuan. Seorang wanita yang mengalami menopause alamiah sama sekali tidak dapat mengetahui apakah saat menstruasi tertentu benar-benar merupakan mentruasinya yang terakhir sampai satu tahun berlalu. Menopause kadang-kadang juga disebut perubahan kehidupan.
Sekitar 80% wanita mulai melompat-melompat menstruasinya. Hanya sekitar 10 persen wanita berhenti menstruasi sama sekali tanpa disertai ketidakteraturann yang berkepanjangan sebelummnya. Dalam suatu kajian di Negara Inggris tepatnya di kota Manchester yang melibatkan lebih dari 2.700 pakar seksiologi berpendapat lebih dari 80.000 ribu wanita mereka mengalami transisi pra-menopause yang berlangsung antar dua hingga delapan tahun.
Kecuali jiak seseorang mengalami menopause secara tiba-tiba akibat operasi atau perawata. Pra-menopause dapat dianggap sebagai akhir dari suatu proses yang awalnya ketika wanita pertama mengalami menstruasi.

                   I.               PENYEBAB MENOPOUSE
Menopause dibagi menjadi dua, yaitu : Menopause alami dan buatan. Menopause alami adalah menopause yang terjadi sebelum usia 50 tahun. Kemungkinan penyebanya adalh faktor usia, penyakit dll.
Menopause buatan adalah menopause yang terjadi akibat campur tangn medis yang menyebabkan berkurangnya astau berhentinya pelepasan hormone oleh ovarium. Campur tangan ini bisa berupa pembedahan untuk mengangkat ovearium atau untuk mengurangi aliran darah ke ovarium serta kemoterapi atau terapi penyinaran pada panggul untuk mengobati kanker. Histerektomi (pengangkatan rahi)menyebabkan berakhirnya siklus menstruasi, tetapi selama ovarium tetap ada hal tersebut tidak akan mempengaruhi kadar hormone tidak menyebabkan menopause.


                II.               GEJALA MENOPAUSE
Gejala-gejala menopause disebabkan oleh perubahan  kadar esterogin dan progesterone. Karena fungsi ovarium berkurang, maka ovarium menghasilkan lebih sedikir estrogen atau progeseteron dan tubuh memberikan reaksi. Beberapa wanita hanya mengalami sedikit gejala, sedangkan wanita yang lain mengalami gejala yang sifatnya ringan sampai berat. Hal ini adalah normal. Kemungkinan hal-hal yang berikut akan ditemukan pada wanita menopause :
a.       Hot flashes terjadi akibat peningkatan aliran darah di dalam pembuluh darah wajah, leher, dada dan punggun kulit menjadi merah dan hangat disertai keringat berlebihan. Hot flashes dialami oleh sekitar 75% wanita menopause. Kebanyak hot flashes dialami selama lebih dari 1 tahun dan 25-50% wanita mengalaminya sampai lebih dari 5 tahun. Hot flashes berlangsung selama 30 detik samapi 5 menit.
b.      Vagina menjadi kering karena penipisan jaringan pada dinding vagian sehingga ketika melakukan seksual terasa nyeri.
c.       Gejala psikis dan emosional (kelelahan, mudah tersinggung, susah tidur dan gelisah) bisa disebabkan oleh berkurangnya kada esterogen. Berkeringat pada malam hari menyebabkan gangguan tidur sehingga kelellahn semakin memburuk dan semakin mudah tersinggung
d.      Pusing, kesemutan dan palpitasi (jantung berdebar)..
e.       Hilangnya kendali terhadap kandung kemih (beser).
f.       Peradangan kandung kemih atau vagina.
g.      Osteoporosis (pengeroposan tulang).

3rd.                 MACAM-MACAM PENYAKIT SISTEM REPRODUKSI          WANITA
Beberapa penyakit yang dapat menyerang sistem reproduksi manusia. Penyakit tersebut antara lain sebagai  berikut :

a)         GONORRHEA (Kencing Nanah)
Penyakit ini disebakan oleh bakteri Nisseria Gonorhoeae dan ditularkan terutama melalui hubungan seksual. Bakteri ini salain menimbulkan radang pada organ reproduksi (vagian, saluran Fallopii, epididimis, kelenjar prostat), juga dapat menimbulakan radang pada saluran kemih, mata persendian dan selaput otak. Kalau tidak segera diobati, penyakiy ini dapat menyebabkan kemandulan. Penyakit ini dapat menular dari seorang ibu yang terinfeksi kepada bayi yang dilahirkannya. Beberapa bayi menjadi buta karena terinfeksi.

Gejala-gejala penyakit ini sebagai berikut :
                                                                                i.            Terdapat nanah di ujung saluran kencing.
                                                                              ii.            Rasa terbakar pada saat buang ait kecil.
                                                                            iii.            Terdapat nana\h pada vagina yang mungkin menyebar ke rahim dan indung telur akibatnya, wanita yang bersangkutan menjadi mandul.

b.         SIFILIS
Penyakit ini disebakan oleh bakteri Treponema pallidum dan ditularkan terutama melalu hubunhan seksual. Penyakit ini terdiri dari beberapa stadium. Pada stadium lanjut, sifilis tidak hanya menyerang organ-organ reproduksi, tetapi juga menyerang organ-organ tubuh yang lain, misalnya hati, susunan saraf, dan otak.



c.       HERPES GENITAL
Penyakit ini disebabkan oleh virus herpes simpleks serotype 2 dan ditularkan melalui hubunga seksual. Virus ini slain menyerang organ-organ reproduksi wanita, juga menyerang kulit. Sekarang sudah dikaturih bahwa ada hubungan antara infeksi virus herpes dan kanker leher rahim.

d.      KEPUTIHAN (FLUOR ALBUS)
Penyakit yang dialami perempuan ini disebabkan oleh berbagai parasit, antara lain : jamur candida albicans, protozoai, dari jenis trichomonas vaginalis, bakteri, dan virus. Candida albicans menyukai lingkaran yang mengandung gula dan hangat. Jamur ini sering ditemukan pada perempuan hamil dan penderita diabetes mellitus (kencing manis)

e.    AIDS ( Acquired Immttene Deficiency Syndrome)
AIDS kata gaul dari sindrom hilangnya kekebalan tubuh. Penyakit ini disebabkan oleh virus HIV ( Human Immtmodeficeny Virus). Sampai sekarang penyakit mematikan ini belum ada obatnya. Orang yang terinfeksi virus HIV tidak langsung menderita AIDS. Penyakit ini baru terlihat setelah enam bulan sampai lima tahun. Tergantung pada ketahanan tubuh seseorang. Penyakit ini menyerang sel-sel darah putih yang merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh.  Penderita AIDS dapat meninggal. Kita tidak perlu panik  menghadapi penyakit ini jika mengetahui cara penularannya. Tidak seperti influenza yang penularannya melalui udara. Penyakit ini mnular melalui caritan tubuh.

Meskipun banyak penyakit menyerang organ-organ reproduksi.sebenarnya sebagain besar dapat dicegah dengan kebersihan secara umum dan kebersihan organ-organ reproduks. Jamur yang menyukai tempat lembab dapat dihindari, dengan selalu menjaga daerah perineum (selakangan ) selalu kering. Rasa gatal dapat dikurangi dengan mengenakan celana dari bahan katun. Cara pencegahan yang lain adalah tidak membiasakan bertukan pakaian handuk atau pakaian. Selain kebersihan diri lingkungan juga perlu dijaga kebersihannya, misalnya selalu mencuci selimut atau alas tidur.










KESIMPULAN
A.                     Menghasilkan makalah merupakan kebangganan diri sendiri.
B.                      Membuat makalah dapat  menambah pengetahuan.
C.                     Dapat mengubah pola pikir dalam segi mempelajari sistem reproduksi.


SARAN
A.                     Carilah sumber yang sedetail mungkin, agar hasil makalah lebih baik.
B.                      Gunakan metode wawancara dalam pengumpulan materi, agar dapat
               menyatukan teori dengan fakta.
C.                     Jangan terpacu hanya dengan satu referensi.


































PENUTUP

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabaraatuh.
Dengan mengucap syukur allhamdulillah kepada Tuhan Yang Maha Esa. Makalah tentang “SISTEM REPRODUKSI WANITA” akhirnya selesai dalam penyusunannya.
Kami ucapkan terima kasih kepada yang terhormat Ibu Reni Prihantinah, S.Pd yang selaku Guru Layanan Konseling kelas XI Administrasi Perkatoran 2 yang tela memerikan tugas. Sehingga makalah ini dapat selesai dan dapat digunakan sebagaimana mestinya.
Serta tak lupa kepada teman-teman XI Administrasi Perkantoran 2 yang telah memberikan sedetail-tailnya informasi tentang perencanaan, pengerjaan, dan pengumpulan makalah.
Kami selaku penulis memohon maaf jika terdapat kata-kata yang kurang berkenaan dalam isi makalah ini.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Karanganayar,  01 Maret 2013

Penulis

















DAFTAR PUSTAKA

a.         Farmasiku.“SISTEMREPRODUKSIhttp://www.crayonpedia.org/mw/Sistem_Reproduksi_Dan_Penyakit_Yang_Berhubungan_Dengan_Sistem_Reproduksi_Pada_Manusia_9.1#Referensi. (diakses tanggal 25 februari 18.00 W.I.B)
b.      Koranet. “SISTEM REPRODUKSI WANITA”. http://korannet.com/2011/11/sistem-reproduksi-pada-wanita.html. (diakses tanggal 24 Februari 2013 pukul 11.30 W.I.B)
c.       Layar Tekno. “MACAM-MACAM PENYAKIT SISTEM REPRODUKSI”. http://layartekno.blogspot.com/2012/10/macam-macam-penyakit-pada-sistem.html. (diakses tanggal 23 Februari pukul 12.30 W.I.B)