BAB
I
PENDAHULUAN
A.
PENGERTIAN
SISTEM REPROUKSI WANITA
Sistem reproduksi wanita adalah sebuah
jaringan yang memproses untuk
menghasilkan individu baru dari organisme sebelumnya yang
dilakukan oleh wanita. Sistem reproduksi wanita terdiri dari beberapa organ –
organ yang membantu melancarkan bekerjanya seluruh elemen – elemen. Maka dari
itu kita perlu mengetahui tentang sistem reproduksi wanita.
B.
LATAR
BELAKANG
Bermula dari survey LSI ( Lembaga Survei
Indonesia ) dan LDWI ( Lembaga Diskusi Wanita Indonesia ) 90 % wanita Indonesia
yang melakukan seks bebas karena mereka tidak mengetahui betapa bahayanya
perilaku mereka terhadap kelangsungan sistem reprodukasi wanita. Jumlah itu
sungguh mencengangkan. Ditengah Menteri Kesehatan mengadakan program “AYO
HIDUP TANPA SEKS BEBAS”. Sistem reproduksi wanita sangatlah berpengaruh
terhadap alur terjadi individu baru dan organ – organ apa saja yang terlibat
dalam prosesnya Maka dari itu betapa perlunya kita mengetahui tentang sistem
reproduksi wanita tanpa mengenal gender yang bertujuan untuk pendidikan
tanpa mengindahkan hal yang negatif.
BAB
II
ISI
1st.
ORGAN-ORGAN
REPRODUKSI
Dalam proses sistem
reproduksi wanita tentu ada organ – organ yang menjadi tumpuan agar proses
tersebut terjadi. Organ reproduksi wanita terdapat dua bagian, yaitu ;
a)
Organ
Reproduksi Luar
Terdiri dari :
Ovarium dan Saluran Reproduksi (saluran kelamin).
Ovarium : Berfungsi menghasilkan ovum
(sel telur) serta hormon estrogen
dan progesterone.
Saluran
Reproduksi : Terdiri dari oviduk,
uterus dan vagina.
¾
Oviduk : Berfungsi menyalurkan ovum dari ovarium menuju uterus.
¾
Uterus : Berfungsi sebagai tempat perkembangan zigot apabila terjadi fertilisasi.
¾
Vagina : Berfungsi menghasilkan lender jika
terjadi rangsangan.
b) Organ Reproduksi Dalam
Terdiri dari : Vulva
Vulva : Terdiri dari abium mayor (bibir besar) dan labium minor
(bibir kecil).
Berfungsi
dari vulva sebagai penghasil lemak dan akan banyak ditumbuhi rambut halus jika
pubertas berlangsung.
Klitoris (kelentit) : Yaitu struktur yang homolog dengan penis.
Lubang saluran : Merupakan saluran terluar uretra.
saluran
Lubang vagina :
Merupakan ujung terluar vagina.
Fundus :
Yaitu bagian lipat paha.
Setelah
kita mengetahui organ – organ serta fungsinya pada sistem reproduksi wanita.
Sekarang kita akan mempelajari apa saja yang terjadi pada sistem reproduksi
wanita.
2nd.
SISTEM
REPRODUKSI WANITA
A.
MENSTRUASI
Menstruasi
atau haid adalah pengeluaran secara periodeik darah dan sel-sel tubuh dari
vagina yang berasal dari dinding rahim wanita. Menstruasi dimulai saat pubertas
dan menandai kemampuan seorang wanita untuk mengandung anak. Biasanya
menstruasi dimulai antara umur 10 dan 16 tahun, tergantung pada berbagai
faktor. Kesehatan wanita, dan berat
tubuh relatif terhadap tinggi tubuh merupakan faktor dari kesehatan. Menstruasi
berlangsung kira-kita sekali sebulan sampai wanita mencapai 45 – 50 tahun.
Sekali lagi tergantung pada kesehatan dan pengaruh – pengaruh lainnya. Akhir
pengaruh kemampuan wanita bermenstruasi disebut menopause. Ini merupakan
sebagai tanda akhir dari masa-masa kehamilan seorang wanita. Siklus menstruasi
adalah tiap 28 hari. Panjang siklus pada wanita bervariasi pada satu wanita.
Selama saat-saat yang berdeda dalam hidunya dan bahkan dari bulan kebulan
tergantung berbagai hal. Emosi, kesehatan fisik dan nutrisi wanita yang
bersangkutan yang menjadi ketergantungan terjadi menstruasi. Kita wanita
mengalami menstruasi, ada 4 fase yang dilaluinya, yaitu :
a) FASE MENSTRUASI
Fase menstruasi
terjadi bila ovum tidak dibuahi oleh sperma, sehingga korpus luteum akan menghentikan produksi
hormon estrogen dan progesteron. Turunnya kadar estrogen dan progesteron
menyebabkan lepasnya ovum dari dinding uterus yang menebal (endometrium).
Lepasnya ovum tersebut menyebabkan endometrium sobek atau meluruh, sehingga
dindingnya menjadi tipis. Peluruhan pada endometrium yang mengandung pembuluh
darah menyebabkan terjadinya pendarahan pada fase menstruasi. Pendarahan ini
biasanya berlangsung selama lima hari. Volume darah yang dikeluarkan rata-rata
sekitar 50 mL.
bFASE PRA EVOLUSI
Pada
fase pra-ovulasi atau akhir siklus menstruasi, hipotalamus mengeluarkan hormon gonadotropin. Gonadotropin
merangsang hipofisis
untuk mengeluarkan FSH.
Adanya FSH merangsang pembentukan folikel primer di dalam ovarium yang mengelilingi satu oosit primer. Folikel
primer dan oosit primer akan tumbuh sampai hari ke-14 hingga folikel menjadi
matang atau disebut folikel de Graaf dengan ovum di dalamnya. Selama
pertumbuhannya, folikel juga melepaskan hormon estrogen. Adanya estrogen menyebabkan
pembentukan kembali (proliferasi) sel-sel penyusun dinding dalam uterus dan endometrium. Peningkatan
konsentrasi estrogen selama pertumbuhan folikel juga mempengaruhi serviks untuk
mengeluarkan lendir yang bersifta
basa. Lendir yang bersifat basa berguna untuk menetralkan sifat asam pada serviks
agar lebih mendukung lingkungan hidup sperma.
c) FASE EVOLUSI
Pada
saat mendekati fase ovulasi atau mendekati hari ke-14 terjadi perubahan
produksi hormon. Peningkatan kadar estrogen selama fase pra-ovulasi menyebabkan
reaksi umpan balik negatif atau penghambatan terhadap pelepasan FSH lebih
lanjut dari hipofisis. Penurunan konsentrasi FSH menyebabkan hipofisis
melepaskan LH. LH merangsang pelepasan oosit sekunder dari folikel de Graaf.
Pada saat inilah disebut ovulasi, yaitu saat terjadi pelepasan oosit sekunder
dari folikel de Graaf dan siap dibuahi oleh sperma. Umunya ovulasi terjadi pada
hari ke-14.
d)
FASE PASCA EVOLUSI
Pada fase
pasca-ovulasi, folikel de Graaf yang ditinggalkan oleh oosit sekunder karena
pengaruh LH dan FSH akan berkerut dan berubah menjadi korpus luteum. Korpus
luteum tetap memproduksi estrogen (namun tidak sebanyak folikel de Graaf
memproduksi estrogen) dan hormon lainnya, yaitu progesteron. Progesteron
mendukung kerja estrogen dengan menebalkan dinding dalam uterus atau
endometrium dan menumbuhkan pembuluh-pembuluh darah pada endometrium.
Progesteron juga merangsang sekresi lendir pada vagina dan pertumbuhan kelenjar
susu pada payudara. Keseluruhan fungsi progesteron (juga estrogen) tersebut
berguna untuk menyiapkan penanaman (implantasi) zigot pada uterus bila terjadi
pembuahan atau kehamilan.Proses pasca-ovulasi ini berlangsung dari hari ke-15
sampai hari ke-28. Namun, bila sekitar hari ke-26 tidak terjadi pembuahan, korpus luteum akan berubah
menjadi korpus albikan. Korpus albikan memiliki kemampuan produksi
estrogen dan progesteron yang rendah, sehingga konsentrasi estrogen dan
progesteron akan menurun. Pada kondisi ini, hipofisis menjadi aktif untuk
melepaskan FSH dan selanjutnya LH, sehingga fase pasca-ovulasi akan tersambung
kembali dengan fase menstruasi berikutnya.
Ketika wanita mengalami masa-masa haid maka
akan timbul beberapa perubahan fisik dan psikis, dan mental. Perubahan fisik
yang terjadi antara lain, yaitu :
a)
Sakit punggung.
b)
Perut kembung.
c)
Payudara terasa penuh dan nyeri.
d) Perubahan nafsu makan.
e)
Sembelit.
f)
Pusing.
g)
Ingin pingsan.
h)
Sakit kepala.
i)
Daerah panggul terasa berat atau tertekan.
j)
Hot Hasses ( kulit wajah, leher, dada tampak merah dan teraba
hangat )
k)
Susah tidur.
l)
Tidak bertenaga.
m) Mual dan muntah.
n)
Kelelahan yang luar biasa.
o)
Kelainan kulit ( misalnya jerawat dan neurodermatitis .
p)
Pembengkakan jaringan atau nyeri persendian.
q)
Penambahan berat badan.
Adapun perubahan psikis dan mental antara
lain, yaitu :
a)
Mudah marah.
b)
Mudah tersinggung.
c)
Cemas.
d)
Gelisah.
e)
Sebentas sedih atau gembira.
f)
Kalut.
g)
Sulit berkonsentrasi.
h)
Pelupa.
Ketika
wanita sedang mengalami haid atau menstruasi harap berhati-hati. Karena bisa mengalami nyeri. Nyeri menstruasi bisa
primer. Jika sudah ada keluhan sejak pertama kali menstruasi ( menarche ).
Bisanya tak ada hubungannya dengan kandungan. Sifatnya nyeri kejang-kejang dan
berjangkit. Bahkan, tersa di perut bawah sampai menjalar ke pinggang dan paha.
Mungkin hal ini disertai mual dan muntah. Sakit kepala pun dapat ikut
menyerang. Jikalau hebat, bisa sampai kolik melilit.
Nyeri
menstruasi luar bisa disebut dismenorrhoe sekunder biasanya
berhubungan dengan adanya penyakit kandungan. Mungking ada peradangan saluran
terlur (slaphingitis), tumor rahim, menyempitnya leher rahim, atau oleh adanya endomertiosis.
Semua kelainan ini sebaiknya dikoreksi. Mungkin belum tentu mengganggu
kesuburan dan masih mungkin untu hamil. Namun, bisa pula mengganggu kehamilan
yang sudah terbentuk.
Jikalau
pemeriksaan pemindaian organ reproduksi tidak ditemukan adanya kelainan,
kemungkinan hanya gangguan fungsional belaka. Artinya organ reproduksinya
norma, tapi fungsi yang terganggu.
B. KEHAMILAN
Kehamilan akan terjadi apabila sel telur yang
dikeluarkan sebualn sekali oleh wanita yang masih dalam usia subuh dibuahi oleh
sperma yang dikelurkan laki-laki. Secara normal, pertemuuan antara sperma dan
sel telur ini melalui hubungan seksual antar lak-laki dan wanita. Pembuahan
terjadi di dalam rahim ketika wanita sedang berada pada masa subur.
Masa subur adalah waktu di mana sel telur yang
telah matang potensial untuk dibuahi oleh sperma. Pada seorang wanita usia
subur. Setiap bulannya secara teratur akan terjadi pematangan satu atau lebih
sel telur. Cara menghitung masa subur misalnya seseorang dengan siklus normal
yaitu 28 hari. Maka, ovulasi diperkirakan akan terjadi pada 14 hari sebelum
menstruasi berikutnya. Untuk melihat rata-rata siklus menstruasi dicatat selama
3 bulan berturut-turut. Tetapi bila siklus menstruasinya tidaak teratur 28 hari
maka perlu ada penghitungan khusus.
Sebaiknya kehamilan pertama pada seorang wanita itu terjadi pada
usaia antara 20-30 tahun. Karena pada usia ini seorng wanita telah siap baik
fisik maupun mental. Akan tetapi karena saat ini pelayanan kesehatan semakin
membaik dan wanita hamil bisa secara rutin memeriksakan kehamilannya. Maka,
banyak juga wanita yang hamil diatas usia 30 tahu. Bahkan, sampai 40 tahun. Tentu kehamilan akan melwati
proses-proses yang perlu diketahui.
Proses ini diawali dengan proses pembuahan
(konsepsi) di mana sel telur yang matang setelah ovulasi berada di tuba falopii dibuahi oleh
sperma, yang kemudian disebut zigot. Lau
terjadilah pembelahan zigot menjadi 2,4,8 dan seterusnya. Sehingga ukurannya
semakin besar. Sambil berjalan dari tuba ke rongga rahim. Memakan waktu sekitar
6 hari. Di rongga rahim maka calon janin ini akan menempel pada dinding rahim
(proses nidasi). Setelah terjadi proses nidasi barulah dapat dikatakan terjadi
kehamilan. Dalam proses tersebut di ovarium juga terjadi perubahan-perubahan
hormonnya. Salah satu hormone yang meningkat adalah HCG, yang dikeluakan di
bagian air kemi dan dideteksi sebagai tes kehamilan yang umum digunakan saat
ini.
Ketika wanita sedang mengalami hamil ada
baiknya untuk memeriksa ke bidan atau dokter dilakukan sebanyak 4 kali selama
masa kehamilan. Hal ini berfungsi untuk mendeteksi adanya kelainan baik ibu
maupun jani. Hala-hal yang perlu dideteksi ketika setiap pemeriksaan antara
lain, yaitu :
a)
Tekanan darah.
b)
Kadar haemoglobin.
c)
Tungkai bengkak.
d)
Pembesaran rahim.
e)
Perkembangan janin
f)
Posisi detak jantung janin
g)
Adanya pendarahan atau tidak
h)
Pembengkakan tungkai yang berlebihan atau tidak.
Pola makan perhatian baik jumlah maupun
komposisi, istirahat cukup, aktivitas fisik tidak perlu dibatasi ketat dan
disesuaikan dengan kondisi ibu. Kebersihan sangat perlu dijaga untuk mencegah
infeksi misalnya gigi, perawatan payudara untuk persipan menyusui terutama
putting susu diupayakan keluar dengan pemijatan setiap kali mandi. Buang air
kecil yang sering akan dialami pada trisemester pertama dan ketirga akibat
penekanan rahim ke kandungan kencing. Buang air besar diupayakan selalu lancer
dengan minum banyak, makan cukup dan olah raga teratur.
Ketika wanita hamil, harus benar ekstra
hati-hati dan waspada. Berikut ini hal-hal yang harus diwaspadai apabila
terjadi :
I.
KETUBAN PECAH SEBELUM WAKTUNYA
Ketuban Pecah Sebelum Waktunya (KPSW)
adalah pecahnya selaput berisi cairan ketuban yang terjadi 1 jam atau lebih
sebelum kontraksi. Dulu jika terjadi KPSW selalu dilakukan tindakan untuk
segeera melahirkan bayi guan mencgah infeksi yang bisa terjadi pada bayi maupun
ibunya. Tetapi pendekatan ini sudah tdak
perlu dilakkukan lagi karena resiko terjadinya innfeksi bisa dikurangi dengan
mengurangi frekuensi pemeriksaan, dalam 1 kali pemerikasaan dengan bantuan
speculum bisa membantu dokter dalam memastikan pecahnya salput ketuban serta
memperkirakan pembukaan serviks (leher rahim) dan dapat mengambil contoh cairan
dari vagina. Jika hasil analisa cairan ketubah menunjukan bahwa paru-paru bayi
sudah cukup matang, maka dilakkan induksi persainan (tindakan untuk meulai
proses persalinan) dan bayi dilahirkan. Jika paru-paru bayi belum matang,
persalinan ditunda sampai paru-paru bayi matang.
Pada 50% kasus, persalinan bisa ditunda
hanya dengan melakukan tirah
baringan mendapatkan cairan infuse. Beberapa kasus lainnya memerlukan
obat yang bisa mencegah kontraksi
rahim, misalnya magnesium sulfat yang diberikan melalui infuse suntikan atau
tablet terbutalin dan kadang diberikan ritodrin melalui infus. Wanita dirawat
di rumah sakit dan menjalani tirah baring,, tetapi masih diperbolehkan ke kamar
mandi. Suhu tubuh dan denyut nadinya diukur 2 kali/hari. Peningkatan suhu tubuh
bisa merupakan pertanda terjadinya infeks.
II.
PERSALINAN PREMATUR
Persalinan premature adalah persalinan
yang terjadi sebelum usia kehamilan mencapai 37 minggu. Biasanya pesalinan
terjadi pada saat usia kehamilan mencapai 37-42 minggu. Persalinan premature
bisa merupakan suatu proses normal yang dimulai terlalu dini atau dipicu oleh
keadaan tertentu, sperti infeksi rahim atau infeksi cairan ketuban. Sebagaian
besar kasus persalinan premature penyebabnya tidak diketahui secar pasti.
Faktor tesiko terjadinya persalinan premature :
a) Pernah mengalami
persalinan prematur pada kehamilan terdahulu.
b) Kehamilan ganda
(kembar 2 atau 3 )
c) Pernah mengalami aborsi.
d) Memiliki serviks
yang abnormal.
e) Memiliki rahim yang
anormal.
f) Menjalani pembedahan
perut pada saat hamil.
g) Menderita infeksi
berat pada saat hamil.
h) Pernah mengalami
perdarahan pada trisemester kedua atau ketiga.
i)
Berat dadan kurang dari 50 kg.
j)
Pernah memakai DES (distilstilbestrol)
k) Merokok segaret atau
memakai kokain.
l)
Tidak memerikasa kehamilan.
III.
KEHAMILAN POST-MATRUX & POSTMATURITAS
Kehamilan post-matur adalah persalinan
yang berlangsung sampai lebih dari 42 minggu. Postmaturitas adalah suatu
sindroma di mana plasenta
mulai berhenti berfungsi secara normal pada kehamilan post-matur dan hal ini
membahayakan janin. Menentukan apakah kehamilan telah lewat dari 42 minggu.
Tidak selalu mudah, karena saat terjadinya pembuahan tidak selalu dapat
ditentukan secara pasti.kadang saat pembuahan tidak dapat ditentukan karena
siklus menstruasi yang tidak teratur.
Pada awal kehamilan bisa dilalukan
pemeriksaan USG untuk membantumenetukan usia kehamilan. Pemeriksaan USG
berikutnya dilakukan sebelum usia kehamilan mencapai 32 minggu (antara 18-22
minggu) untuk mengukur diameter kepala janin. Hal ini bisa membantu memastikan
usia kehamilan.
Jika kehamilan berlangsung sampai lebih
dari 42 minggu dari hari pertama menstruasi terahkhir, dilakukan pemerikasaan
untuk mengetahui tanda-tanda postmaturritas pada ibu dan janin yaitu penciutan
rahim dan berkurangnya gerakan janin pemeriksaan bisa dimulai pada usia
kehamilan 41 minggu. Untuk menilai gerakan dan denyut jantung janin serta
jumlah cairan ketuban ( yang menurun secara drastirs pada kehamilan post-matur
). Untuk memperkuat diagnosis postmaturitas, bisa dilakukan amniosentesis (
pengambilan dan analisa cairan ketuban )
Salah satu tanda dari postmaturitas
adalah air ketuban yang berwarna kehijauan yang berasaln dari mekonium (tinja fetus yang
pertama). Hal ini menunjukkan keadaa gawat janin. Selama hasil pemeriksaan
tidak menunjjukan tanda-tanda postmaturitas, maka kehamilan post-matur masih mungkin dilanjutkan. Tetapi jika hasil
pemeriksaan menunjukkan adanya tanda-tanda ostmaturitas, maka segera dilakukan
induksi persalian dan bayi dilahirkan. Jika serviks belum dapat dilalui jani,
maka dilakukan operasi sesar.
IV.
TIDAK ADANYA KEMAJUAN DALAM PERSALINAN
Setiap jam seharusnya srerviks membuka
minimal selebar 1 cm dan kepala janin seharusnya turun ke dalam rongga panggul
minimal sebanyak 1 cm. jika hal tersebut tidak terjadi, mungkin janin terlalu
besar untuk melewati jalan lahir dan perlu dilakukan persalianan dengan bantuan
forceps atau operasi sesar.
Jika jalan lahir cukup lebar tetapi persalinan
tidak maju, maka diberikan oksitosin melalui infuse untuk merangsung kontraksi
rahim yang lebih kuat. Jika setelah pemberian oksitorsin persalinan tidak juga maju. Maka
dilakukan operasi sesar.
V.
KELAINAN POSISI JANIN
Yang dimaksud dengan posisi janin di
dalam rahim adalah arah yang dihadapi oleh janin, sedangkan letak janin adalah
bagian tubuh janin yang terendah kombinasi yang paling sering ditemukan dan
paling aman adalah menghadapa ke punggun ibu dengan letak kepada, diama leher
tertekuk ke dapan dagu menempel di dada dan kedua lengan melipat di dada. Jika
janin tdak berada dalam posisi atau letak tersebut, maka persalinan bisa
menjadi sulit dan mungkin persalinan tidak dapat dilakukan melalui vagina.
VI.
KEHAMILAN KEMBAR
Kehamilan kembar bisa diketahui pada
pemeriksaan USG atau dengan pemantau elektronik (dimana akan terdengan 2 denyut
jantung berbeda. Kembar menyebabkan rahim sangat teregang dan rahim yang sangat
teregang cenderung untuk mulai mngalami kontraksi sebelum kehamilan mencapai
usia yang matang. Akibatnya bayi kembar seering dilahirkan secara premature dan
kecil.
Posisi dan letak janin di dalam rahim
bisa berlainan, sehingga persalinan bisa menjadi sulit. Kontraksi rahim setelah
lahirnya bayi pertama cenderung menyebabkan terlepasnya plasenta dari bari
cenderung menyebabkan terlepasnya plasenta dari bayi kedua. Akibatnya, bayi
kedua cenderung mengalami masalah selama persalian dan memiliki mengalami
kelainan dan kematian yang lebih tinggi. Kadang setelah persalianan, rahim yang
terlalu tergang tidak dapat berkontraksi dengan baik sehingga ibu bisa
mengalami perdarahan.
VII.
DISTOSI BAHU
Distosia bahu adalah suatu komplikasi
yang jarang terjadi, dimana pada letak kepala, salah satu bahu bayi tersangkut
pada tulang kemaluan dan tertahan di dalam jalan lahir. Segera dilakukan
berbagai tindakan untuk membebaskan bahu sehingga bayi bisa dilahirkan melalui
vagina. Jika tindakan tersebut gagal, kdang bayi dapat didorong kembali ke
dalam vagian dan dilahirkan melalui operasi sesar.
VIII.
PROLAPSUS KORDA UMBILIKALIS
Prolapsus korda umbilikalis adalah
keadaan dimana korda umnilikal (tali pusah) mendahului bayi, yaitu keluar dari
jalan lahir. Pada keadaan ini, jika bayi mulai memasuki jalan lahir, tali pusar
akan tertekan sehingga aliran darah ke bayi terhenti. Prolapsus korda
umbilikalis bisa terjadi secara nyata atau tersembunyi.
Pada prolapsus yang nyata, slaput ketuban telah
pecah dan tali pusar menonjol ke dalam vagina sebelum bayi turun ke Prolapsus
yang nyata biasanya terjadi jika bayi berada dalam letak bokong (tetapi bisa
juga terjadi pada letak kepala), terutama jika selaput telah pecah sevelum
waktunya atau jika janin belum turun ke
panggul ibu. Untuk mencegah terjadinya cedera pada janin akibat terhentinya
aliran darah ke janin, maka segera dilakukan persalinan. Bisa melalui operasi
sesar.
Pada prolapsus tersembunyi, slaput
ketuban tetap utuh dan tali pusar berada di depan jani atau terperangkan di
depan bahu manin. Biasanya keadaaan ini diketahui melalui denyut jantung janin
yang abnormal. Prolapsus tersembunyi bisa diatas dengan cara merubah posisi ibu
atau mengangkat kepala janin. Untuk menghilangkan tekanan pada tali pusar.
Kadang perlu dilakuakn operasi sesar.
IX.
PENDARAHAN JANIN
Pendarahan hebat dari rahim setelah
persalinan merupakan masalh yang serius. Biasanya selama persalian ibu
kehilangan darah sebanyak 0,5 liter. Ketika plasenta lepasa dari rahim, pembuluh
darah rahim terbuka. Kontraksi rahim membantu menutupnya pembuluh darah ini
sampai mereka mengalami pemulihan lengkap.
Jika setelah proses persallinan rahim
tidak berkontraksi atau jika sejumlah kecil plasenta tertinggal di dalam rahim sehingga rahim tiddak dapat
berkontraksi, maka darah yang hilang akan lebih banyak. Robekan pada vagina
atau serviks juga bisa menyebabkan pendarahan hebat.
C. MENOPAUSE
Menopause adalah berhintinya secara
fisiologis siklus mentruasi yang berkaitan dengan tingkat lanjut usia
perempuan. Seorang wanita yang mengalami menopause alamiah sama sekali tidak
dapat mengetahui apakah saat menstruasi tertentu benar-benar merupakan
mentruasinya yang terakhir sampai satu tahun berlalu. Menopause kadang-kadang
juga disebut perubahan kehidupan.
Sekitar 80% wanita mulai
melompat-melompat menstruasinya. Hanya sekitar 10 persen wanita berhenti
menstruasi sama sekali tanpa disertai ketidakteraturann yang berkepanjangan
sebelummnya. Dalam suatu kajian di Negara Inggris tepatnya di kota Manchester
yang melibatkan lebih dari 2.700 pakar seksiologi berpendapat lebih dari 80.000
ribu wanita mereka mengalami transisi pra-menopause yang berlangsung antar dua
hingga delapan tahun.
Kecuali jiak seseorang mengalami
menopause secara tiba-tiba akibat operasi atau perawata. Pra-menopause dapat
dianggap sebagai akhir dari suatu proses yang awalnya ketika wanita pertama
mengalami menstruasi.
I.
PENYEBAB MENOPOUSE
Menopause dibagi menjadi dua, yaitu :
Menopause alami dan buatan. Menopause alami adalah menopause yang terjadi
sebelum usia 50 tahun. Kemungkinan penyebanya adalh faktor usia, penyakit dll.
Menopause buatan adalah menopause yang
terjadi akibat campur tangn medis yang menyebabkan berkurangnya astau
berhentinya pelepasan hormone oleh ovarium. Campur tangan ini bisa berupa
pembedahan untuk mengangkat ovearium atau untuk mengurangi aliran darah ke
ovarium serta kemoterapi atau terapi penyinaran pada panggul untuk mengobati
kanker. Histerektomi (pengangkatan rahi)menyebabkan berakhirnya siklus
menstruasi, tetapi selama ovarium tetap ada hal tersebut tidak akan
mempengaruhi kadar hormone tidak menyebabkan menopause.
II.
GEJALA MENOPAUSE
Gejala-gejala menopause disebabkan oleh
perubahan kadar esterogin dan
progesterone. Karena fungsi ovarium berkurang, maka ovarium menghasilkan lebih
sedikir estrogen atau progeseteron dan tubuh memberikan reaksi. Beberapa wanita
hanya mengalami sedikit gejala, sedangkan wanita yang lain mengalami gejala
yang sifatnya ringan sampai berat. Hal ini adalah normal. Kemungkinan hal-hal
yang berikut akan ditemukan pada wanita menopause :
a. Hot flashes terjadi
akibat peningkatan aliran darah di dalam pembuluh darah wajah, leher, dada dan
punggun kulit menjadi merah dan hangat disertai keringat berlebihan. Hot
flashes dialami oleh sekitar 75% wanita menopause. Kebanyak hot flashes dialami
selama lebih dari 1 tahun dan 25-50% wanita mengalaminya sampai lebih dari 5
tahun. Hot flashes berlangsung selama 30 detik samapi 5 menit.
b. Vagina menjadi
kering karena penipisan jaringan pada dinding vagian sehingga ketika melakukan
seksual terasa nyeri.
c. Gejala psikis dan
emosional (kelelahan, mudah tersinggung, susah tidur dan gelisah) bisa
disebabkan oleh berkurangnya kada esterogen. Berkeringat pada malam hari
menyebabkan gangguan tidur sehingga kelellahn semakin memburuk dan semakin
mudah tersinggung
d. Pusing, kesemutan
dan palpitasi (jantung berdebar)..
e. Hilangnya kendali
terhadap kandung kemih (beser).
f. Peradangan kandung
kemih atau vagina.
g. Osteoporosis
(pengeroposan tulang).
3rd.
MACAM-MACAM
PENYAKIT SISTEM REPRODUKSI WANITA
Beberapa penyakit
yang dapat menyerang sistem reproduksi manusia. Penyakit tersebut antara lain
sebagai berikut :
a)
GONORRHEA (Kencing Nanah)
Penyakit ini disebakan oleh bakteri Nisseria
Gonorhoeae dan ditularkan terutama melalui hubungan seksual. Bakteri ini
salain menimbulkan radang pada organ reproduksi (vagian, saluran Fallopii,
epididimis, kelenjar prostat), juga dapat menimbulakan radang pada
saluran kemih, mata persendian dan selaput otak. Kalau tidak segera diobati,
penyakiy ini dapat menyebabkan kemandulan. Penyakit ini dapat menular dari
seorang ibu yang terinfeksi kepada bayi yang dilahirkannya. Beberapa bayi
menjadi buta karena terinfeksi.
Gejala-gejala penyakit ini sebagai
berikut :
i.
Terdapat nanah di ujung saluran kencing.
ii.
Rasa terbakar pada saat buang ait kecil.
iii.
Terdapat nana\h pada vagina yang mungkin
menyebar ke rahim dan indung telur akibatnya, wanita yang bersangkutan menjadi
mandul.
b.
SIFILIS
Penyakit ini
disebakan oleh bakteri Treponema pallidum dan ditularkan terutama melalu
hubunhan seksual. Penyakit ini terdiri dari beberapa stadium. Pada stadium
lanjut, sifilis tidak hanya menyerang organ-organ reproduksi, tetapi juga
menyerang organ-organ tubuh yang lain, misalnya hati, susunan saraf, dan otak.
c. HERPES
GENITAL
Penyakit ini disebabkan oleh virus herpes simpleks serotype
2 dan ditularkan melalui hubunga seksual. Virus ini slain menyerang organ-organ
reproduksi wanita, juga menyerang kulit. Sekarang sudah dikaturih bahwa ada
hubungan antara infeksi virus herpes dan kanker leher rahim.
d. KEPUTIHAN (FLUOR
ALBUS)
Penyakit yang dialami perempuan ini
disebabkan oleh berbagai parasit, antara lain : jamur candida albicans, protozoai,
dari jenis trichomonas vaginalis, bakteri, dan virus. Candida
albicans menyukai lingkaran yang mengandung gula dan hangat. Jamur ini
sering ditemukan pada perempuan hamil dan penderita diabetes mellitus (kencing
manis)
e. AIDS ( Acquired
Immttene Deficiency Syndrome)
AIDS kata gaul dari
sindrom hilangnya kekebalan tubuh. Penyakit ini disebabkan oleh virus HIV ( Human
Immtmodeficeny Virus). Sampai sekarang penyakit mematikan ini belum ada
obatnya. Orang yang terinfeksi virus HIV tidak langsung menderita AIDS.
Penyakit ini baru terlihat setelah enam bulan sampai lima tahun. Tergantung
pada ketahanan tubuh seseorang. Penyakit ini menyerang sel-sel darah putih yang
merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh.
Penderita AIDS dapat meninggal. Kita tidak perlu panik menghadapi penyakit ini jika mengetahui cara
penularannya. Tidak seperti influenza yang penularannya melalui udara. Penyakit
ini mnular melalui caritan tubuh.
Meskipun banyak
penyakit menyerang organ-organ reproduksi.sebenarnya sebagain besar dapat
dicegah dengan kebersihan secara umum dan kebersihan organ-organ reproduks.
Jamur yang menyukai tempat lembab dapat dihindari, dengan selalu menjaga daerah
perineum (selakangan ) selalu kering. Rasa gatal dapat dikurangi dengan
mengenakan celana dari bahan katun. Cara pencegahan yang lain adalah tidak
membiasakan bertukan pakaian handuk atau pakaian. Selain kebersihan diri
lingkungan juga perlu dijaga kebersihannya, misalnya selalu mencuci selimut
atau alas tidur.
KESIMPULAN
A.
Menghasilkan makalah merupakan
kebangganan diri sendiri.
B.
Membuat makalah dapat menambah pengetahuan.
C.
Dapat mengubah pola pikir dalam segi
mempelajari sistem reproduksi.
SARAN
A.
Carilah sumber yang sedetail mungkin,
agar hasil makalah lebih baik.
B.
Gunakan metode wawancara dalam
pengumpulan materi, agar dapat
menyatukan teori dengan fakta.
C.
Jangan terpacu hanya dengan satu
referensi.
PENUTUP
Assalamu’alaikum Warahmatullahi
Wabaraatuh.
Dengan mengucap
syukur allhamdulillah kepada Tuhan Yang Maha Esa. Makalah tentang “SISTEM
REPRODUKSI WANITA” akhirnya selesai dalam penyusunannya.
Kami ucapkan terima
kasih kepada yang terhormat Ibu Reni Prihantinah, S.Pd yang selaku Guru Layanan
Konseling kelas XI Administrasi Perkatoran 2 yang tela memerikan tugas.
Sehingga makalah ini dapat selesai dan dapat digunakan sebagaimana mestinya.
Serta tak lupa
kepada teman-teman XI Administrasi Perkantoran 2 yang telah memberikan
sedetail-tailnya informasi tentang perencanaan, pengerjaan, dan pengumpulan
makalah.
Kami selaku penulis
memohon maaf jika terdapat kata-kata yang kurang berkenaan dalam isi makalah
ini.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi
wabarakatuh
|
Karanganayar, 01 Maret 2013
|
|
Penulis
|
DAFTAR
PUSTAKA